Nice

  • Latest News

    Sunday, September 16, 2012

    MENGAPA NABI PERNAH BANGUN KESIANGAN | Kajian Fiqh


    MENGAPA NABI PERNAH BANGUN KESIANGAN
    Dalam Hadis Muslim disebutkan bahwa Nabi Saw pernah tidur terlelap sampai matahari terbit, baru bangun dan pada sa’at itu melakukan shalat dengan cara qadha’,  … bagaimana dengan sabda Nabi Muhammad Saw “kita para Nabi matanya tidur dan namun hatinya tidak tidur”?. Apakah dua hadis ini tidak bertentangan?
    Memang benar Nabi Saw pernah bangun kesiangan sampai matahari terbit, dan para Nabi meski matanya tidur tapi hatinya tidak tidur. Tidak sama dengan umumnya manusia. Karena ini adalah khushushiyah(keistimewaan) NAbi Muhammad Saw.
    Sebetulnya dalam hal ini terdapat dua alasan.
    Pertama, untuk  tidak bangun kesiangan dalam menjaga waktu subuh itu adalah tugasnya mata, bukan tugasnya hati. Oleh karena itu, dua Hadis ini tidaklah bertentangan, karena maksud “hatinya tidak tidur” adalah selalu ingat Allah Swt. Bukan menjaga terbitnya fajar sehingga kesiangan.
    Kedua, hal itu terjadi pada Nabi Muhammad Saw adalah untuk tasyri’ (menerapkan syariat pada umatnya), sehingga kelak dikemudian hari, jika ada umat Nabi Saw yang mengalami permasalahan seperti itu, maka langsung bisa meniru apa yang dilakukan oleh Nabi Saw. Yakni setelah bangn tidur itu langsung melakukan shalat dengan cara qadha’.
    Dalan ketentuan syari’at, jika ada orang lalai sampai meninggalkan shalat karena asa uzur, seperti tidur dan lain-lain, maka tidak dosa dan sunah bersegera melakukan qadha’. Jika melalaikan itu tidak ada uzur sama sekali, maka dianggab dosa dan wajib bersegera melakukan shalat qadha’. Untuk orang yang tidur, dalam aturan syari’at tidak terkena khitab kewajiban shalat ketika tidur ini.


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: MENGAPA NABI PERNAH BANGUN KESIANGAN | Kajian Fiqh Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top