Nice

  • Latest News

    Saturday, March 2, 2013

    Fidiyah Shalat Orang yang Meninggal | Kajian Fiqh


    Fidiyah Shalat Orang yang Meninggal.

      Pada kali ini seperti biasa blog Sabiluna akan memberikan informasi kepada sobat semua mengenai hukum dan ketentuan Syara' tentang Fidiyah Shalat bagi orang yang sudah meninggal. Ini merupakan nukilan dari sebuah situs yang sangat bermanfaat yaitu Lajnah Bahtsul Masail MUDI Mesra. Oke Langsung saja kita menyimak dan menelaah bagaimana keetentuan fidiyah shalat bagi orang meninggal berikut ini.
    Beras














    Diskripsi Masalah


    Salah satu hal yang biasa dilakukan oleh keluarga orang yang meninggal adalah membayar fidiyah shalat yang ditinggalkan simayat semasa hidupnya yang belum sempat diqadha, dengan harapan semoga Allah memberi keringanan atas shalat yang ia tinggalkan. Saat ini legalitas hukum kafarat shalat banyak dipertanyakan bahkan ada pihak yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak dibenarkan sama sekali. Pembayaran fidiyah shalat tersebut biasanya disertakan dengan fidyah dan kafarah yang lain seperti puasa, telat qadha puasa, sumpah dll.

    Pertanyaan

    Bagaimanakah sebenarnya hukum membayar kafarah shalat orang meninggal?

    Jawab:

    Berdasarkan pendapat yang kuat dalam Mazhab Syafii seseorang yang meninggal sedangkan ada shalat yang belum ia qadha maka tidak ada qadha dan demikian juga tidak ada fidiyah.
    Pendapat dalam mazhab lain yang juga diikuti oleh sebagian para ulama Mazhab Syafii, shalat tersebut diqadha oleh para keluarga mayit. Pendapat ini berlandaskan kepada hadits Imam Bukhari dan imam hadist yang lain. Pendapat ini juga diikuti oleh beberapa kalangan ulama dari mazhab Syafii, bahkan Imam as-Subky mengerjakan shalat tersebut untuk para kerabat beliau yang telah meninggal dunia.
    Berkenaan dengan pendapat ini Imam al-Qalyuby memberikan komentar, bahwa sebagian kalangan guru-guru beliau mengatakan bahwa ini amalan untuk diri sendiri maka dibolehkan mengikuti pendapat tersebut karena pendapat tersebut adalah muqabil dari pendapat Ashah.
    Menurut pendapat yang lain, terhadap shalat yang tertinggal tersebut bisa digantikan dengan makanan dengan ukuran satu mod (1 mod=864 gram, berdasarkan penelitian ulama muda Aceh, alumni LPI MUDI, Tgk. Tarmizi H. M. Daud, pimpinan Dayah Najmul Hidayah, Desa Subueng Cot Merak Blang, Kec. Samalanga) untuk satu kali shalat.
    Imam Sulaiman al-Kurdy mengatakan bahwa; al-Khawarizmy pernah mengatakan bahwa; saya melihat di daerah khurasan para ulama dari kalangan Mazhab Syafii yang berfatwa dengan pendapat ini.

    Dalam satu hadist Rasulullah bersabda:

    ما الميت في القبر إلا كالغريق المتعوث ينتظر دعوة تلحقه من أب أو أم أو أخ أو صديق فإذا لحقته كانت أحب إليه من الدنيا و ما فيها
    Tiada dari mayat dalam kubur kecuali bagaikan orang yang tenggelam yan meminta tolong, ia menunggu doa dari ayah, ibu, saudara dan kawannya. Maka apabila datang doa baginya hal tersebut lebih ia cintai daripada dunia dan isinya(H.R. Imam Baihaqy)
    Memberi fidiyah shalat untuk orang yang telah meninggal hanyalah berharap semoga Allah ta`la dengan sifat kemurahanNya akan diberikan keringanan kepada mayat tersebut.
    Adapun bila memberi fidiyah dengan keyakinan pasti akan menutupi shalat yang ditinggalkan didunia maka ini adalah pemahanan yang salah, apalagi bila ada keyakinan boleh saja kita meninggalkan shalat asalkan pada waktu meninggal shalat tersebut diganti dengan fidiyah berupa makanan pokok.
    Kesimpulan mengenai fidiyah shalat dalam mazhab Syafii, menurut pendapat yang kuat tidak dianjurkan tetapi menurut pendapat yang lain, shalat tersebut boleh digantikan dengan membayar fidiyah berupa makanan pokok sebanyak 1 mod (864 gram), walaupun ini adalah pendapat dhaif namun boleh diamalkan. Maka dalam hal ini masyarat yang ingin mengamalkan pendapat dhaif tersebut maka boleh saja sebagai usaha untuk menolong mayat, semoga Allah memberikan keringanan kepada mayat tersebut dan bagi pihak yang tidak ingin membayar fidiyah maka juga tidak mengapa dan tentu saja dengan tidak menyalahkan orang-orang yang ingin membayar fidiyah.
    Sumber: http://lbm.mudimesra.com/2013/01/fidiyah-shalat-orang-yang-meninggal.html

    Referensi .



    1. Sayyid Abi Bakr Syatha, Fathul` Muin dan Hasyiah i`anatuth Thalibin jilid 2 hal 244 Cet. Haramain
    2. Sayyid Abi Bakr Syatha, Fathul Mu`in dan Hasyiah I`anatuth Thalibin jilid 2 hal 244 Cet. Haramain
    3. Ibnu Hajar al-Haitamy,Tuhfatul Muhtaj jilid 3 hal 482 Cet. Dar Fikr
    4. Syeikh Abdul Hamid asy-Syarwany, Hasyiah Syarwany jilid 3 hal 482 Cet. Dar Fikr
    5. Fiqh Islamy wa Adillatuh. Cet Dar fikr
    6. Hasyiah Qalyuby `ala Syarah Mahally jilid 2 hal 86 Cet. Dar Fikr
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Fidiyah Shalat Orang yang Meninggal | Kajian Fiqh Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top